Herbal Untuk Gula Kering

Herbal Untuk Gula Kering

Macam-Macam Herbal Untuk Gula Kering

Memilih Herbal Untuk Mengobati Gula Kering

Herbal untuk gula kering merupakan cara alternatif untuk mengobati gejala diabetes kering menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan.

Faktanya ada beberapa jenis tanaman yang memiliki manfaat untuk menurunkan dan menjaga gula darah. Sehingga kadar gula dalam darah dapat stabil dan kembali normal seperti semula.

herbal untuk gula kering


Dalam kulit manggis maupun daun sirsak diketahui mampu mengatasi diabetes dikarenakan memiliki sifat hipoglikemik. Sifat yang mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu daun sirsak mampu menurunkan dan menjaga agar kadar gula dalam darah ada dalam angka normal yang berkisar antara 70 mg/dl.

Kandungan ekstrak daun sirsak mampu memperbaiki fungsi sel beta pankreas, dan jika pankreas mampu bekerja dengan baik, secara otomatis pankreas tersebut mampu memproduksi insulin dengan baik pula. Dengan begitu, kadar gula dalam darah akan stabil dan dapat dinormalkan kembali dengan bantuan insulin tersebut.

Obat Diabetes Kering Tradisional

Sudah 3 tahun saya sakit diabetes melitus, dan sudah minum obat dokter untuk mengobati penyakit ini sejak pertama jatuh sakit. Saya juga tetap menjaga pola makan dan berolahraga. Memang diabetesnya belum terlalu kronis tetapi kalau tidak dijaga maka akan sangat berbahaya untuk kesehatan saya.

Dan sekarang saya kombinasikan antara obat dokter dan obat herbal. Saya minum obat dokter dulu, selang dua jam kemudian baru saya minum Obat Penyakit Gula Kering Herbal.

Baru habis 3 botol obat penyakit Ace Maxs saya sudah merasakan khasiatnya, badan terasa fit, rasa kantuk hilang, rasa haus terus menerus juga hilang.

Masuk botol ke-6 obat-obatan dokter perlahan-lahan saya kurangi frekuensi minumnya. Kini saya sudah minum 10 botol Ace Maxs dan diabetes kembali normal.

Untuk menjaga saya tetap minum sehari 2 kali 35 ml dan memperbanyak minum air putih.

Penyakit Gula darah menjadi salah satu penyakit yang sangat mematikan dan dapat mengancam keselamatan jiwa penderitanya jika tidak diatasi dengan cepat. Untuk mendapatkan kesembuhan secara tuntas dengan bahan alami, segera lakukan pengobatan dengan Fitabets Obat Tradisional Penyakit Gula Kering.

Diabetes Melitus

Diabetes Melitus harus diwaspadai, karena bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Terlebih di Indonesia sendiri kasus diabetes terus bertambah setiap tahunnya. Meski begitu, ternyata hanya seperempat pengidap diabetes di Indonesia yang menyadari bahwa kadar gula darahnya terlalu tinggi. Data Riskesdas 2007 menunjukkan 75% kasus Diabetes Melitus adalah tidak terdiagnosis. Artinya, hanya sekitar 25% penyandang diabetes yang mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes.

Padahal tatalaksana komplikasi Diabetes Melitus akan menyebabkan biaya yang sangat tinggi.

Biaya pengelolaan yang lebih tinggi pasien Diabetes Melitus dengan komplikasi vaskular (31,4 juta rupiah/pasien) dibandingkan pasien Diabetes Melitus tanpa komplikasi (8,6 juta rupiah/pasien). Jika terlambat ditangani atau penanganan yang tidak dilakuakan secara maksimal, diabetes melitus bisa memicu komplikasi penyakit lain.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam , ada dua jenis potensi komplikasi pada pengidap diabetes. Yang pertama yakni makrovaskular atau gangguan kesehatan pada pembuluh darah kecil, dan kedua adalah mikrovaskular atau gangguan kesehatan pada pembuluh darah kecil.

Komplikasi makrovaskular di antaranya bisa terjadi pada organ otak yang berujung menyebabkan stroke. Selain itu juga pembuluh darah jantung yang mengakibatkan penyakit jantung koroner (PJK), serangan jantung, hingga gagal jantung.

Kemudian terjadi juga pada pembuluh darah kaki biasanya menyebabkan luka sulit sembuh pada pasien diabetes hingga berujung menyebabkan amputasi. Untuk itu,  penting sekali untuk rutin memeriksa kadar gula dalam tubuh.

Apalagi jika tubuh menunjukan gejala diabetes seperti sering haus (poliuria), sering pipis dan banyak pipis (polidipsia), sering merasa lapar (polifagia), dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Gejala lain yang juga bisa berupa badan terasa cepat Lelah, kesemutan, gatal, pandangan kabur, gangguan ereksi pada laki-laki, serta gatal-gatal di kemaluan pada perempuan.

Penyakit Tidak Menular

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi permasalahan baik bagi dunia maupun bagi Indonesia karena jumlahnya yang terus meningkat setiap tahun, salah satunya Diabetes Melitus (DM).

Diet yang tidak sehat menjadi penyebab utama penyakit DM terutama tipe 2 karena dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan kelebihan berat badan/obesitas, hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi) dan hiperlipidemia (tingginya kadar lemak dalam darah). Untuk itu, terkait dengan pencegahan penyakit DM, WHO menganjurkan asupan gula bebas harus dikurangi sehingga tidak lebih dari 10% total asupan energi dan apabila asupan menjadi kurang dari 5% total asupan energi maka dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Sementara itu, salah satu cara yang disarankan oleh WHO adalah dengan membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula yang tinggi seperti pada produk minuman dalam kemasan. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh industri-industri pangan yang ada baik di Indonesia maupun di dunia untuk memproduksi produk pangan terutama minuman yang mengarah pada healthy product yaitu minuman dengan klaim kurang gula (less sugar).

Manfaat Sayur dan Buah

Daging tanpa lemak yang dikukus, direbus, dipanggang, dan dibakar. Sayur-sayuran yang diproses dengan cara direbus, dikukus, dipanggang atau dikonsumsi mentah. Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penderita, seperti brokoli dan bayam.

Buah-buahan segar. Jika Anda ingin menjadikannya jus, sebaiknya jangan ditambah gula. Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dalam bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup dan ditumis.

Produk olahan susu rendah lemak dan telur. Ikan seperti tuna, salmon, sarden dan makarel. Jika Anda menerapkan pola makan yang sehat, maka berat badan tetap ideal, kadar gula darah stabil, dan terhindar dari risiko penyakit jantung.

Manfaat olahraga teratur untuk diabetesi adalah membantu menjaga berat badan turun, insulin bisa lebih mudah menurunkan gula darah, membantu jantung dan paru-paru bekerja lebih baik dan memberi Anda lebih banyak energi. Tidak usah yang terlalu berat Anda bisa mulai berjalan, berenang, bersepeda di dekat rumah Anda, beraktivitas membersihkan rumah, atau mulai hobi berkebun adalah ide bagus supaya Anda tetap aktif bergerak. Cobalah berolahraga minimal tiga kali seminggu selama sekitar 30 sampai 45 menit.

Artikel